Teliti Anti Aging dari Tumbuhan Gulma, Verawati Raih Gelar Doktor di Farmasi Unand

oleh
18 dibaca
contoh iklan banner 728x90

TOPKATA Sumbar – Verawati, dosen PNSD LLDIKTI X dpk Universitas Perintis Indonesia (UPERTIS) berhasil meraih gelar doktor setelah Sidang Promosi Doktor di Program Studi Farmasi Program Doktor Fakultas Farmasi Universitas Andalas, di kampus Limau Manis Padang, Senin (15/8/2022),

Disertasi Verawati dengan judul “Pengembangan Fraksi Terpurifikasi sebagai Anti-Aging dan Isolasi Senyawa Antioksidan dari Tumbuhan Elephantopus mollis Kunth” itu berhasil dipertahankannya di hadapan tim penguji dan promotor.

Adapun Komite Pasca dan Tim Penguji; Prof apt Dachriyanus, PhD, Prof apt Henny Lucida, PhD, Prof apt Akmal Djamaan, MS, PhD, serta Tim Penguji; Prof apt Fatma Sri Wahyuni, PhD, Prof Dr apt Yufri Aldi, MSi, Prof apt Dian Handayani, PhD dan Prof apt Erizal Zaini, MSi. Sementara Promotor disertasi adalah Prof Dr apt Deddi Prima Putra, kemudian Prof Dr apt Almahdy A, MS (Ko Promotor 1) dan Prof apt Febriyenti, MSi, PhD (Ko Promotor 2).

Baca Juga:  Dihadiri Kapolsek Lubeg, Aipda Dian WR Kembali Sediakan Bekal Makan Balanjuang di JBB Amal Salih

Disampaikan Verawati, Elephantopus mollis Kuth di Indonesia dikenal dengan nama Tutup Bumi, dan merupakan tumbuhan gulma tahunan yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional. “Banyak khasiat tumbuhan ini, di antaranya bisa menyembuhkan batuk, demam, bronkhitis, diare, dan hepatitis. Kemudian juga bisa sebagai obat anemia, disentri, dan sebagai anti-inflamasi,” ujar Verawati.

Lanjut Verawati, terdapat beberapa penelitian yang menggambarkan bahwa tumbuhan E mollis juga sangat berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku alami untuk obat maupun kosmetik, khususnya anti-aging.

Perawatan anti-aging, sebut Verawati lagi, saat ini sangat populer dengan berbagai macam bentuk, mulai dari rangkaian produk kecantikan, terapi maupun operasi plastik. “Perawatan ini dapat mengurangi kerutan dan tanda penuaan secara instan, namun seringkali memerlukan biaya yang mahal dan berisiko,” ujarnya.

Baca Juga:  Yuk Ikutan, Ada Lomba Tulis Jurnalis dan Blog di KI Sumbar

Tingginya keinginan untuk mencegah penuaan dini dan kenyataan bahwa treatment anti-aging yang tersedia saat ini memiliki risiko yang tidak sepele, membuka peluang untuk fokus penelitian mencari zat anti-aging alami dan aman yang masih sangat dibutuhkan.

Hal inilah yang diteliti oleh Verawati sebagai latar belakang disertasinya, sehingganya ia berhasil meraih gelar doktor dari Fakultas Farmasi Unand.

Verawati, ibu dua anak kelahiran Pariaman tahun 1981 ini merupakan lulusan Farmasi Unand tahun 2004, dan melanjutkan profesi Apoteker tahun 2005, serta kemudian berhasil menamatkan S2-nya pada tahun 2009. Berkat bantuan UPERTIS yang membantu untuk mengambil program S3-nya, tahun 2022 ini Verawati berhasil menyandang gelar Doktor. Ucapan terima kasih ia sampaikan pada UPERTIS, kampus dimana ia mengajar tersebut. (Rel)

Baca Juga:  Bupati Solok Sorot Kinerja Kemendikbud