Uni Eropa Menyerukan Kepada Israel Segera Akhiri Serangan ke Rafah

tenda pengungsi di rafah
19

TopKata.com  – Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell, mengeluarkan peringatan kepada Israel bahwa kelanjutan operasi militer di Rafah, kota paling selatan Jalur Gaza, akan merusak hubungan dengan blok tersebut.

“Dalam sebuah pernyataan pada Rabu (15/5/2024), Uni Eropa menekankan kepada Israel pentingnya menahan diri untuk mencegah situasi kemanusiaan yang sudah mengerikan di Gaza semakin memburuk, dan untuk membuka kembali titik penyeberangan Rafah,” ujar Borrell.

Dia menyoroti bahwa serangan terhadap Rafah semakin mengganggu distribusi bantuan kemanusiaan dan menyebabkan lebih banyak pengungsian internal, meningkatkan risiko kelaparan, dan memperdalam penderitaan manusia.

Borrell juga memanggil semua pihak untuk meningkatkan upaya menuju gencatan senjata segera dan pembebasan tanpa syarat semua tawanan.

Baca Juga:  Perang Makin Berkecamuk, Rudal dan Pesawat Nirawak Iran Hantam Institut Weizmann

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Otoritas Palestina, Majed Abu Ramadan, menyalahkan Israel atas kerusakan layanan kesehatan di Jalur Gaza yang terus terjadi akibat serangan terus-menerus. Dia meminta intervensi internasional untuk menyelamatkan sistem kesehatan di wilayah tersebut.

Iklan 17

Pada hari sebelumnya, Abu Ramadan mencatat bahwa Otoritas Palestina berupaya mengirimkan tim medis ke Gaza untuk merawat “kasus-kasus sulit,” tetapi Israel menolak izin bagi warga Palestina yang terluka atau sakit untuk meninggalkan Jalur Gaza guna mendapatkan perawatan.

Di sisi lain, organisasi amal Inggris, Save the Children, melaporkan kondisi mengerikan yang dihadapi penduduk Rafah yang terpaksa mengungsi, berdasarkan pengalaman seorang staf mereka di Gaza.

Baca Juga:  Presiden Palestina Mahmoud Abbas Tegaskan Palestina Berhak atas Kebebasan dan Keadilan

“Kami telah dipindahkan sebanyak lima kali, mengikuti perintah relokasi terbaru. Awalnya dari Gaza ke Khan Younis, kemudian ke berbagai daerah di Rafah, dan sekarang ke Deir el-Balah. Ini sangat merusak kestabilan mental kami,” ungkap seorang staf Save the Children..(*)

sumber : republika