topkata – Rakyat Palestina menolak menyerah. Presiden Palestina Mahmoud Abbas menegaskan tekad mereka untuk bertahan hidup dan meraih kemerdekaan meski terus menghadapi serangan Israel.
Mahmoud Abbas menyatakan bahwa rakyatnya ingin menikmati kebebasan, keamanan, dan kedamaian layaknya semua warga negara merdeka dan berdaulat.
“Kami terus bergerak maju, dan akan melanjutkan perjuangan damai, legal, dan diplomatis untuk mendapatkan hak-hak kami,” kata Mahmoud Abbas, menyoroti upaya komunitas internasional agar Palestina terbebas dari pendudukan dan penindasan Israel.
Abbas menambahkan, rakyat Palestina akan tetap berakar seperti pohon zaitun, kokoh seperti batu karang, bangkit dari reruntuhan untuk membangun kembali, menyebarkan pesan harapan, keadilan, dan membangun jembatan perdamaian yang adil bagi wilayahnya dan seluruh dunia.
Mahmoud Abbas menyampaikan pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB secara daring setelah visanya ditolak Amerika Serikat. Majelis Umum PBB kemudian menyetujui kehadirannya secara daring.

“Kami menginginkan negara sipil modern yang bebas dari kekerasan, senjata, dan ekstremisme, menghormati hukum dan hak asasi manusia, serta berinvestasi dalam pengembangan manusia, teknologi, dan pendidikan,” tambah Mahmoud Abbas.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas menegaskan bahwa perdamaian tidak akan tercapai tanpa keadilan. “Perdamaian tidak akan tercapai jika keadilan tidak tercapai, dan tidak akan ada keadilan jika Palestina tidak dibebaskan,” ujarnya.
Mahmoud Abbas, juga dikenal sebagai Abu Mazen, memimpin Otoritas Palestina sejak Januari 2005. Ia adalah tokoh senior PLO dan pemimpin Fatah, serta dikenal sebagai pendukung solusi dua negara dan diplomasi internasional untuk menyelesaikan konflik secara damai.(**)




