Topkata.com, Kepulauan Tonga – Kepulauan Tonga kembali diguncang gempa bumi berkekuatan besar pada Minggu malam, 30 Maret 2025. Gempa ini terjadi pada pukul 20.18 waktu setempat dan menyebabkan kepanikan di berbagai wilayah. Warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri karena guncangan terasa cukup kuat.
Menurut laporan United States Geological Survey (USGS), gempa berkekuatan 7,1 magnitudo ini berpusat di koordinat 20,4° LS dan 173,9° BB dengan kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut. Getaran gempa ini dirasakan di beberapa pulau utama Tonga, termasuk Tongatapu, Ha’apai, dan Vava’u.
Seorang warga di ibu kota Nuku’alofa menyatakan bahwa getaran berlangsung cukup lama. “Saya merasakan rumah saya bergetar hebat, kaca jendela berbunyi keras, dan barang-barang di dalam rumah banyak yang jatuh,” ujar seorang warga.
Tak lama setelah gempa, Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (PTWC) mengeluarkan peringatan potensi tsunami. Masyarakat diimbau segera menjauhi pantai dan mencari tempat lebih tinggi. Beberapa warga langsung mengikuti arahan dengan mengungsi ke daerah yang lebih aman.
Namun, setelah dilakukan pemantauan lebih lanjut, PTWC mencabut peringatan tersebut. Kenaikan permukaan air laut yang terdeteksi hanya 0,01 hingga 0,05 meter, sehingga tidak menimbulkan ancaman serius bagi wilayah pesisir.

Guncangan kuat gempa ini membuat warga di beberapa wilayah mengalami kepanikan. Beberapa toko dan pusat bisnis menutup operasi lebih awal karena khawatir akan adanya gempa susulan. Bahkan, beberapa sekolah mengalami kerusakan ringan seperti retakan pada dinding bangunan.
Pemerintah Tonga segera menerjunkan tim untuk melakukan asesmen lapangan. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan besar. Namun, warga tetap diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Tonga merupakan negara kepulauan yang terletak di Cincin Api Pasifik, kawasan yang sering mengalami aktivitas seismik tinggi. Gempa bumi dan tsunami bukanlah hal baru bagi warga di sana, tetapi tetap saja kejadian ini menimbulkan kekhawatiran.
Menurut pakar seismologi, gempa kali ini memiliki karakteristik yang cukup umum untuk wilayah Tonga. “Gempa dengan kedalaman 10 kilometer seperti ini bisa menimbulkan kerusakan besar jika terjadi lebih dekat ke daratan. Namun, karena episentrum berada di laut, dampaknya lebih terbatas,” jelas seorang ahli.
Pemerintah Tonga kini tengah meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana dengan memperbarui jalur evakuasi dan memberikan pelatihan kepada masyarakat. Beberapa organisasi kemanusiaan seperti Palang Merah telah menyatakan kesiapan mereka untuk memberikan bantuan jika diperlukan.
Selain itu, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum dikonfirmasi. Pasca-gempa, sejumlah berita hoaks menyebar di media sosial yang menyebutkan akan ada tsunami besar dalam waktu dekat. Otoritas setempat telah membantah informasi tersebut dan meminta warga hanya mempercayai sumber resmi.
Warga di sekitar pesisir diimbau untuk selalu siaga dan memahami langkah-langkah darurat jika terjadi gempa susulan atau ancaman tsunami. Tonga telah berulang kali menghadapi bencana seismik, sehingga mitigasi menjadi hal yang sangat penting.
Hingga Senin pagi, kondisi di Tonga perlahan mulai kembali normal. Aktivitas bisnis dan sekolah mulai beroperasi kembali, meskipun sebagian masyarakat masih memilih untuk tetap waspada. Pihak berwenang tetap melakukan pemantauan terhadap kemungkinan gempa susulan yang dapat terjadi kapan saja.
Badan Meteorologi Tonga juga mengingatkan bahwa gempa bumi besar sering kali diikuti oleh gempa susulan yang lebih kecil dalam beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, warga diminta untuk selalu mengikuti arahan resmi dan tidak mengabaikan kemungkinan adanya guncangan berikutnya.
Sementara itu, tim penyelamat dan relawan terus disiagakan di beberapa titik strategis untuk memastikan tidak ada korban atau kerusakan yang belum terlaporkan. Pemerintah juga berencana untuk memperkuat sistem peringatan dini guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa mendatang.
Dengan wilayah yang berada di zona aktif seismik, Tonga terus berusaha meningkatkan mitigasi bencana guna meminimalisir dampak dari kejadian serupa di masa depan. Meskipun kali ini dampak gempa relatif kecil, kejadian ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap bencana harus selalu ditingkatkan.




