BEI Kembali Raih GIFA Championship Award 2025, Bukti Nyata Kemajuan Pasar Modal Syariah Indonesia

BEI Kembali Raih GIFA Championship Award 2025, Bukti Nyata Kemajuan Pasar Modal Syariah Indonesia. Konsistensi BEI dalam Mendorong Perkembangan Pasar Modal Syariah Indonesia Diakui di Ajang Internasional
2.702

Jakarta, topkata.com  – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali meraih penghargaan prestisius di kancah internasional. BEI dianugerahi GIFA Championship Award for Islamic Capital Market 2025 pada ajang Global Islamic Finance Award (GIFA) 2025. Penghargaan ini menjadi pencapaian pertama bagi BEI dalam kategori tersebut, setelah sebelumnya sukses memenangkan kategori The Best Islamic Capital Market selama empat tahun berturut-turut. Penghargaan ini diterima secara langsung oleh BEI yang diwakili oleh Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI, Irwan Abdalloh, pada Kamis (11/9) di Four Seasons Hotel Kuala Lumpur, Malaysia.

Konsistensi dan Dominasi Pasar Modal Syariah Indonesia

Selain penghargaan terbaru ini, BEI memiliki rekam jejak yang kuat di ajang GIFA. BEI pernah menerima penghargaan The Best Supporting Institution for Islamic Finance of the Year (2016, 2017, dan 2018), The Best Emerging Islamic Capital Market of the Year (2018), serta The Best Islamic Capital Market (2019, 2020, 2021, dan 2022). Penghargaan tahun ini menegaskan dominasi dan kemajuan signifikan dalam pengembangan pasar modal syariah, serta membuktikan konsistensi BEI dalam menjaga kinerjanya di tengah berbagai tantangan, termasuk masa Pandemi Covid-19.

GIFA, yang diselenggarakan oleh Cambridge Islamic Finance Information & Analysis (IFA) yang berbasis di London, Inggris, merupakan ajang penghargaan independen dan terkemuka di industri keuangan syariah global. Proses seleksi nominator dilakukan secara transparan oleh pihak ketiga yang profesional dan independen.

Baca Juga:  Penutupan IHSG di Level  8.000, Cerminkan Kuatnya Optimisme Pasar

Capaian dan Inovasi BEI dalam Mengembangkan Pasar Syariah

Iklan 17

Penghargaan ini menjadi pengakuan bahwa BEI secara konsisten mampu menjaga pertumbuhan pasar modal syariah di Indonesia melalui berbagai inisiatif bersama para pemangku kepentingan. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pasar modal syariah Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Data hingga Agustus 2025 menunjukkan dominasi saham syariah dengan persentase 69% dari total saham di BEI, dengan kapitalisasi pasar mencapai 63% dari total kapitalisasi pasar. Perdagangan saham syariah juga berkontribusi besar terhadap transaksi harian, dengan kontribusi nilai 69%, frekuensi 79%, dan volume transaksi 76%.

Pasar modal syariah Indonesia juga mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam jumlah investor, mencapai 190.039 investor per Juli 2025, meningkat lebih dari 121% dalam 5 tahun terakhir.

Baca Juga:  Penutupan IHSG di Level  8.000, Cerminkan Kuatnya Optimisme Pasar

Secara operasional, pasar modal syariah Indonesia telah memiliki mekanisme transaksi saham end-to-end yang seluruhnya memenuhi prinsip syariah, yang didukung oleh fatwa DSN-MUI. Produk-produknya pun terbilang lengkap, mengintegrasikan investasi syariah dengan filantropi Islam, termasuk wakaf saham, zakat saham, sedekah saham, wakaf sukuk, dan sukuk wakaf pertama di dunia. Komitmen terhadap keberlanjutan juga ditunjukkan dengan penerbitan green sukuk sejak 2018.

BEI adalah bursa efek pertama di dunia yang mengembangkan Sharia Online Trading System (SOTS). Sistem ini terintegrasi penuh dan kini telah diadopsi oleh 18 Anggota Bursa (AB) di Indonesia, menjadikannya negara dengan jumlah perusahaan efek penyedia sistem perdagangan syariah terbanyak di dunia.

Baca Juga:  Penutupan IHSG di Level  8.000, Cerminkan Kuatnya Optimisme Pasar

BEI terus melakukan berbagai inisiatif untuk mendorong kemajuan pasar modal syariah, seperti IDX Islamic-Investroopers, IDX Islamic-Investaria, IDX Islamic-Dare To Invest, Sharia Investor City, dan IDX Islamic-Research Center, yang bertujuan untuk memperluas jangkauan dan memperdalam industri ini. (idx)