Rekor Baru Pasar Modal Indonesia: Optimisme Investor Dorong IHSG dan Kapitalisasi Pasar

Rekor Baru Pasar Modal Indonesia
2.717

Jakarta, Topkata – Pasar modal Indonesia kembali menorehkan pencapaian bersejarah pada Jumat (19/9), menunjukkan momentum positif yang kuat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kapitalisasi pasar saham mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, didorong oleh optimisme investor yang terus meningkat terhadap prospek ekonomi nasional.

IHSG dan Kapitalisasi Pasar Capai Puncak Baru

Pada penutupan perdagangan, IHSG mencapai level 8.051,118, memecahkan rekor sebelumnya. Tidak hanya itu, kapitalisasi pasar saham juga mencapai titik tertinggi baru, menembus angka Rp14.632 triliun. Pencapaian ini menandai rekor kedua kalinya dalam seminggu, setelah pada Rabu (16/9) IHSG juga sempat menyentuh level 8.025,179 dengan kapitalisasi pasar Rp14.516 triliun.

Rangkaian rekor ini mencerminkan keyakinan yang mendalam dari para pemangku kepentingan, baik domestik maupun global, terhadap ketahanan dan potensi pertumbuhan pasar modal Indonesia. Dukungan kebijakan pemerintah yang strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional menjadi faktor kunci yang menciptakan sentimen positif ini, sehingga memperkuat kepercayaan pelaku pasar.

Baca Juga:  KADIN Sumbar Expo 2022 Gunakan Konsep Be to Be

Aktivitas Pencatatan Efek Tetap Bergairah

Iklan 17

Selain rekor di pasar saham, aktivitas pencatatan efek di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga tetap bergairah. Pada Senin (15/9), Obligasi Berkelanjutan VII Federal International Finance senilai Rp1,03 triliun resmi dicatatkan di BEI. Obligasi ini, yang mendapat peringkat AAA(idn) dari PT Fitch Ratings Indonesia, menambah daftar panjang instrumen utang yang terdaftar di bursa.

Hingga saat ini, sepanjang tahun 2025, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI telah mencapai 131 emisi dari 72 emiten, dengan nilai total Rp153,64 triliun. Secara keseluruhan, total obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 644 emisi senilai Rp528,53 triliun dan USD117,27 juta. Selain itu, Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat mencapai 196 seri dengan nilai nominal Rp6.520,49 triliun, serta 7 emisi Efek Beragun Aset (EBA) senilai Rp2,13 triliun.

Baca Juga:  Investor Saham Tumbuh Subur Namun Pemahaman Masyarakat Sangat Rendah

Peningkatan Signifikan pada Data Perdagangan Mingguan

Data perdagangan saham di BEI selama periode 15—19 September 2025 menunjukkan performa yang sangat positif. Hampir semua indikator utama mengalami peningkatan signifikan:

  • Rata-rata nilai transaksi harian melonjak 47,01% menjadi Rp28,55 triliun.
  • Rata-rata volume transaksi harian naik 25,14% menjadi 42 miliar lembar saham.
  • Rata-rata frekuensi transaksi harian meningkat 4,42% menjadi 2,13 juta kali transaksi.
  • Kapitalisasi pasar BEI naik 3,56% menjadi Rp14.632 triliun.
  • IHSG menguat 2,51%, ditutup pada level 8.051,118.

Investor asing menunjukkan kepercayaan mereka dengan mencatatkan nilai beli bersih (net buy) sebesar Rp2,87 triliun pada hari Jumat. Namun, secara akumulatif sejak awal tahun 2025, investor asing masih mencatatkan nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp58,70 triliun.

Baca Juga:  Penutupan IHSG di Level  8.000, Cerminkan Kuatnya Optimisme Pasar

Pencapaian ini menggarisbawahi kekuatan pasar modal Indonesia dan mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pasar yang menarik bagi investor di tengah ketidakpastian ekonomi global. (idx)