topkata.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, menimbulkan dampak besar. Berdasarkan data terbaru pada dashboard resmi BNPB (https://gis.bnpb.go.id/bansorsumatera2025/), total korban meninggal dunia mencapai 1.140 jiwa, dengan 163 orang dilaporkan hilang.
Selain korban jiwa, jumlah warga terdampak dan mengungsi tercatat mencapai 399,2 ribu jiwa, dengan bencana terjadi di 52 kabupaten/kota di ketiga provinsi tersebut. Bencana ini juga menyebabkan kerusakan signifikan pada permukiman dan infrastruktur publik, termasuk rumah warga, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, serta jaringan jalan dan jembatan.
Provinsi Aceh
Di Provinsi Aceh, tercatat 513 orang meninggal dunia akibat banjir dan longsor. Hingga pembaruan terbaru, 31 orang dilaporkan hilang, sementara jumlah warga yang mengungsi mencapai 377,9 ribu jiwa. Bencana ini berdampak pada 18 kabupaten/kota.
Kerusakan infrastruktur di Aceh tergolong besar. BNPB mencatat 141 fasilitas kesehatan rusak, 1.312 fasilitas pendidikan terdampak, serta 634 rumah ibadah rusak. Selain itu, 48 jembatan dan 20 ruas jalan dilaporkan terputus. Data Dashboard PUPR menunjukkan total 133.634 rumah rusak, dengan rincian 50.879 rusak ringan, 36.821 rusak sedang, dan 45.934 rusak berat.
Provinsi Sumatera Barat
Di Provinsi Sumatera Barat, BNPB mencatat 262 orang meninggal dunia, dengan 72 orang dilaporkan hilang. Jumlah warga yang mengungsi mencapai 9,9 ribu jiwa, dengan bencana berdampak pada 16 kabupaten/kota.

Kerusakan fasilitas publik di Sumatera Barat meliputi 7 fasilitas kesehatan rusak, 659 fasilitas pendidikan terdampak, serta 150 rumah ibadah rusak. Selain itu, 43 jembatan dan 74 ruas jalan dilaporkan terputus. Data dashboard mencatat total 7.742 rumah rusak, terdiri atas 4.080 rusak ringan, 971 rusak sedang, dan 2.691 rusak berat.
Provinsi Sumatera Utara
Di Provinsi Sumatera Utara, BNPB melaporkan 365 orang meninggal dunia akibat banjir dan longsor. Hingga pembaruan terbaru, 60 orang dilaporkan hilang, dengan jumlah pengungsi mencapai 11,4 ribu jiwa. Bencana ini berdampak pada 18 kabupaten/kota.
Kerusakan infrastruktur di Sumatera Utara mencakup 67 fasilitas kesehatan rusak, 1.217 fasilitas pendidikan terdampak, serta 22 rumah ibadah rusak. Selain itu, tercatat 6 jembatan dan 5 ruas jalan terputus. Data PUPR menunjukkan total 25.367 rumah rusak, terdiri dari 16.371 rusak ringan, 4.107 rusak sedang, dan 4.889 rusak berat.
BNPB bersama pemerintah daerah dan instansi terkait terus melakukan penanganan darurat serta pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak.(aw)




