Aguswanto Pimpin JMSI Sumbar, Lima Tokoh Raih JMSI Awards 2026

Pelantikan kepengurusan dirangkai dengan JMSI Awards 2026 yang memberikan penghargaan kepada lima tokoh atas kontribusi mereka di bidang publik, lingkungan hidup, kebencanaan, usaha kecil dan menengah, serta pendidikan.
2.502

SUMBAR – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Barat memasuki babak baru melalui pelantikan kepengurusan tahun 2026. Aguswanto dipercaya memimpin JMSI Sumbar, dengan Saribulih sebagai Wakil Ketua.

Pelantikan kepengurusan tersebut dirangkai dengan JMSI Awards 2026 yang memberikan penghargaan kepada lima tokoh atas kontribusi mereka di bidang publik, lingkungan hidup, kebencanaan, usaha kecil dan menengah, serta pendidikan.

Momentum ini menjadi bagian dari konsolidasi JMSI Sumbar untuk memperkuat organisasi perusahaan pers dan membangun ekosistem media siber yang profesional, kredibel, dan bertanggung jawab.

Aguswanto Pimpin JMSI Sumbar

Aguswanto dipercaya memimpin JMSI Sumbar setelah sebelumnya menjabat Sekretaris Pengurus Daerah JMSI Sumbar. Pengalamannya diharapkan menjadi modal untuk melanjutkan konsolidasi organisasi dan memperkuat sinergi antarpelaku perusahaan pers di Sumatera Barat.

Iklan 17

Posisi Wakil Ketua dipercayakan kepada Saribulih, owner Publik Topkata Indonesia group. Saribulih juga merupakan Pembina Yayasan Berkah Amal Salih yang konsisten mendukung berbagai kegiatan ekonomi, sosial, pendidikan, dan pendidikan.

Sedangkan posisi sekretaris dipercayakan kepada Almudazir, owner Mimbar Media Grup yang juga menjabat Ketua PJKIP Sumatera Barat.

Adapun posisi bendahara umum ditempati Yofialdi. Selain menjabat Direktur Utama Valoranaews Grup, Yofialdi juga dipercaya sebagai Presidium KAHMI Sumbar periode 2026–2031 dan Ketua Pengprov Squash Sumbar periode 2026–2031.

Komposisi kepengurusan tersebut diharapkan dapat memperkuat organisasi, baik dalam pengelolaan perusahaan pers maupun membangun jejaring dan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.

Ketua JMSI Sumbar Aguswanto menegaskan pelantikan bukan merupakan tujuan akhir organisasi. Menurutnya, JMSI harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan pers dan masyarakat.

Baca Juga:  Penawaran Terendah Menang, Proyek Pemprov Sumbar Malah Banyak Mangkrak

“Kita ingin JMSI tidak hanya hadir sebagai organisasi, tetapi benar-benar memberikan kontribusi. Media harus tumbuh bersama daerah, mengawal pembangunan, mengkritisi kebijakan yang perlu dikritisi, dan pada saat yang sama memberikan informasi yang mencerdaskan masyarakat,” ujar Aguswanto.

Lima Tokoh Raih JMSI Awards 2026

Selain pelantikan, JMSI Sumbar juga memberikan penghargaan kepada lima tokoh melalui JMSI Awards 2026.

Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap tokoh-tokoh yang dinilai memiliki rekam jejak, pengabdian, konsistensi, manfaat, dan dampak positif bagi masyarakat dan daerah.

Ketua Tim Penilai Anugerah JMSI Awards, Dr. Hary Efendi Iskandar, mengatakan proses penilaian dilakukan untuk memastikan penghargaan diberikan kepada sosok yang benar-benar memiliki kontribusi nyata.

Menurutnya, penghargaan tidak semata-mata didasarkan pada popularitas, tetapi juga nilai pengabdian dan dampak sosial yang diberikan kepada masyarakat.

Arisal Aziz, Tokoh Publik Terpilih

Anggota DPR RI Arisal Aziz menerima penghargaan sebagai Tokoh Publik Terpilih. Penghargaan tersebut diberikan atas kiprahnya di ruang publik dan perannya sebagai wakil masyarakat di tingkat nasional.

Dewi Sukmawati, Tokoh Peduli Lingkungan

Dewi Sukmawati menerima penghargaan sebagai Tokoh Peduli Lingkungan. Dedikasinya dalam menginisiasi kegiatan bank sampah menjadi salah satu pertimbangan dalam pemberian penghargaan.

Gerakan tersebut dinilai turut mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Patra Rina Dewi, Tokoh Penanganan Bencana

Untuk kategori Tokoh Penanganan Bencana, penghargaan diberikan kepada Patra Rina Dewi, pendiri KOGAMI Sumatera Barat.

Dedikasinya dalam bidang mitigasi dan kesiapsiagaan bencana mendapat apresiasi. Peran tersebut dinilai penting bagi Sumatera Barat yang memiliki potensi kerawanan terhadap berbagai jenis bencana.

Baca Juga:  Seminar JMSI Sumbar Bahas Pengakuan Hukum Pidana Adat dalam Sistem Hukum Nasional

Ronal Wahtudi, Tokoh Penggerak Usaha Kecil dan Menengah

Pengusaha kopi Ronal Wahtudi menerima penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Usaha Kecil dan Menengah.

Kiprahnya dinilai turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sektor usaha kecil dan menengah memiliki peran penting dalam membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal, dan menciptakan peluang kemandirian masyarakat.

Rabiatul Adawiyyah, Tokoh Pendidikan yang Mengajar Tanpa Gaji

Salah satu kisah yang mendapat perhatian dalam JMSI Awards 2026 adalah pengabdian Rabiatul Adawiyyah.

Pengajar di Desa Matotonan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, itu menerima penghargaan sebagai Tokoh Pendidikan.

Matotonan berada di kawasan 3T, yakni tertinggal, terdepan, dan terluar. Akses dan kondisi geografis menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat di wilayah tersebut, termasuk dalam memperoleh layanan pendidikan.

Di tengah keterbatasan itu, Rabiatul memilih mengabdikan diri untuk mengajar anak-anak di Matotonan tanpa menerima gaji.

Ia tetap memberikan waktu dan tenaganya agar anak-anak di wilayah tersebut memiliki kesempatan memperoleh pendidikan.

Penghargaan yang diterimanya menjadi bentuk apresiasi terhadap dedikasi seorang pendidik yang mengabdikan diri di daerah dengan berbagai keterbatasan akses.

Kisah Rabiatul juga menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu dilakukan di pusat perhatian publik. Kontribusi nyata dapat lahir dari ruang-ruang sederhana, termasuk dari seorang guru yang memilih tetap mengajar di wilayah terpencil.

JMSI Sumbar Hadapi Tantangan Pers Digital

Pelantikan kepengurusan dan JMSI Awards 2026 berlangsung di tengah perubahan cepat industri pers digital.

Media siber dituntut menyajikan informasi secara cepat, namun tetap menjaga akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan etika jurnalistik. Perusahaan pers juga menghadapi persaingan mendapatkan perhatian publik serta derasnya arus informasi yang belum tentu terverifikasi.

Baca Juga:  PII, Pemprov dan Unand Berkolaborasi

Aguswanto menegaskan media tidak boleh hanya berorientasi pada trafik dan jumlah pembaca.

“Ukuran keberhasilan media bukan hanya berapa banyak orang membaca berita kita, tetapi seberapa besar publik percaya bahwa informasi yang kita sajikan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Karena itu, kepengurusan baru JMSI Sumbar diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat perusahaan pers sekaligus meningkatkan kualitas informasi yang diterima masyarakat.

Pelantikan menjadi momentum konsolidasi organisasi, sedangkan JMSI Awards menjadi bentuk apresiasi terhadap kerja nyata dan pengabdian para tokoh di berbagai bidang.

Lima penerima penghargaan memiliki latar belakang berbeda. Arisal Aziz bergerak di ruang publik, Dewi Sukmawati di bidang lingkungan, Patra Rina Dewi dalam kebencanaan, Ronal Wahtudi di sektor usaha kecil dan menengah, serta Rabiatul Adawiyyah dalam pendidikan di wilayah 3T Mentawai.

Perbedaan latar belakang tersebut menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai bidang.

Dengan kepengurusan baru, JMSI Sumbar diharapkan semakin aktif mengambil bagian dalam membangun ekosistem pers yang sehat, profesional, kredibel, dan berintegritas.

Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat membutuhkan media yang tidak hanya cepat menyampaikan berita, tetapi juga menjaga akurasi dan kepercayaan publik.

Sementara penghargaan kepada Rabiatul Adawiyyah menghadirkan pesan tersendiri: di wilayah yang jauh dari pusat perkotaan, seorang guru tetap memilih berdiri di depan kelas dan mengajar tanpa gaji, demi memastikan anak-anak Matotonan tetap memiliki kesempatan untuk meraih masa depan. (Salih)