Harga Cabai Merah Naik Lagi, Pedagang Ditinggal Pembeli

oleh
15 dibaca
contoh iklan banner 728x90

MANINJAU — Harga komoditi cabai merah keriting kembali mengalami kenaikan pada bulan Maret 2022. Kondisi itu berdampak terhadap omzet penjualan pedagang yang mulai turun.

Pantauan KABA12.com di Pasar Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, harga cabai merah keriting saat ini dijual pedagang seharga Rp55 ribu per kilogram.

Azwar, salah seorang pedagang di Pasar Maninjau, mengatakan, kenaikan harga cabai sudah terjadi seminggu. Ia menyebut, harga cabai sebelumnya dijual berkisar Rp50 ribu per kilogram, namun akibat ketersediaan stok menipis harganya terus melambung hingga Rp55 ribu per kilogram.

“Ya, harga cabai merah sekarang naik lagi, akibat pasokan dari petani berkurang. Apalagi sekarang lagi musim hujan, sehingga para petani banyak yang mengalami gagal panen,” ujarnya, Selasa (8/3).

Baca Juga:  Ilegal Logging, KPHP Pessel Siap Turun Bersama

Menurutnya, menipisnya stok cabai saat ini juga dipengaruhi oleh kurangnya pasokan yang masuk dari luar daerah seperti Aceh, Sumut, hingga pulau Jawa, akibat faktor cuaca.

“Faktor cuaca sangat berpengaruh terhadap pasokan cabai. Kalau musim hujan para petani itu mengalami gagal panen karena cabai banyak yang busuk,” katanya.

Ia juga mengaku, dampak kenaikan harga cabai berpengaruh terhadap omzet yang menurun seiring berkurangnya animo pembeli. Pedagang banyak ditinggal pembeli.

“Sejak harga cabai naik, hasil penjualan sekarang turun karena daya beli berkurang. Apalagi para pembeli banyak yang mengeluh dengan kondisi harganya yang tinggi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sabut Kelapa Ulakan, Dari Sampah Jadi Jok Mobil Mewah

Di samping itu, ia memperkirakan kenaikan harga cabai merah ini akan terus berlanjut hingga bulan suci Ramadhan jika pasokan masih menipis.

“Kemungkinan harganya masih tinggi sampai bulan Ramadhan kalau ketersediaan stok menipis. Namun kalau pasokannya sudah banyak, harganya nanti akan berangsur turun,” katanya.