TopKata.com – Bukittinggi, Tidak lengkap rasanya jika kita berkunjung ke Kota Bukittinggi tanpa melihat dan mengabadikan bangunan yang menjadi simbol kota Bukittinggi yaitu Menara Jam Gadang di Bukittinggi. Jam Gadang ini adalah tempat wisata bersejarah yang dikunjungi saat mampir ke Bukittinggi.
Lokasi Wisata Jam Gadang ini berada di pusat kota, tepatnya di Jalan Raya Bukittinggi-Payakumbuh, Benteng Pasar Atas, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi.
Kawasan ini selalu ramai oleh pejalan kaki yang berkeliling disekitar Jam Gadang, para wisatawan bisa duduk di bangku taman usai berbelanja di Pasar Atas Bukittinggi. enaknya lagi di lokasi Wisata Jam Gadang di Bukittinggi ini wisatawan tidak dikenakan biaya untuk berwisata di Jam Gadang Bukittinggi ini. gratis ini tapi ada syaratnya yaitu Wisatawan tidak boleh membuang sampah sembarangan dan tidak boleh menginjak rumput di area tersebut.
Menara Jam Gadang di Bukittinggi merupakan Bangunan peninggalan era Hindia-Belanda, yang dahulu pernah menjadi ibukota Pemerintahan Darurat RI. Sebelum menjadi ibu kota Pemerintahan Darurat RI, Bukittinggi diputuskan menjadi ibu kota Provinsi Sumatera oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta pada 9 Agustus 1947.
Jam Gadang ini menjadi ikon Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia. Menara Jam Gadang ini menjulang setinggi 27 meter


Jam Gadang Bukittinggi ini seluruh angka jam dibuat menggunakan sistem penomoran Romawi, akan tetapi untuk angka empat ditulis unik tidak seperti biasanya, yaitu dengan empat huruf ‘I’ (IIII) dan bukan dengan tulisan ‘IV’. nah Hal inilah yang menjadi daya tarik dan penasaran bagi para wisatawan yang berkunjung ke kota ini.
Jam Gadang ini didirikan oleh Pemerintah Hindia-Belanda atas perintah dari Ratu Wilhelmina dari Belanda. Jam Gadang ini merupakan hadiah bagi sekretaris (controleur) Kota Bukittinggi (Fort de Kock) yang menjabat saat itu yakni HR Rookmaaker. Monumen Jam Gadang berdiri di tengah Taman Sabai Nan Aluih, yang dianggap sebagai patokan titik sentral atau (titik nol) Kota Bukittinggi.
Untuk konstruksi bangunan menara Jam Gadang ini dibangun oleh arsitek asli Minangkabau, yaitu Jazid Rajo Mangkuto Sutan Gigi Ameh. Pembangunannya secara resmi bisa selesai pada tahun 1926 dan diresmikan pada 25 Juli 1927, Konstruksinya tidak menggunakan rangka logam dan semen, tetapi menggunakan campuran batu kapur, putih telur, dan pasir dengan menghabiskan dana mencapai 3.000 Gulden.
Bangunan ini Menara Jam Gadang memiliki arsitektur yang unik dengan gaya Minangkabau yang klasik dan modern. Jam Gadang Bukittinggi memiliki bagian atas yang melengkung berbentuk gonjong terinspirasi dari bentuk tanduk kerbau simbol khas Minangkabau. Atap berbentuk gonjong di puncak menara yang kini bukanlah bentuk asli dari bangunan tersebut, pada masa awal pendiriannya desain awal puncak Jam Gadang berbentuk bulat bergaya khas Eropa, dengan patung ayam jantan di bagian atasnya.
Bangunan Menara Jam Gadang ini memiliki 4 tingkat. Tingkat pertama ruangan petugas, tingkat kedua tempat bandul pemberat jam. tingkat ketiga tempat dari mesin jam, tingkat keempat puncak menara dimana lonceng jam ditempatkan. Pada lonceng di puncak tertera nama dari produsen mesin jam ini.
Mesin jam yang digunakan di dalam monumen ini merupakan barang langka yang hanya diproduksi dua unit oleh pabrik Vortmann Recklinghausen, Jerman. Unit kedua yang setipe dengannya hingga kini masih digunakan dalam menara jam legendaris Kota London, Inggris, yaitu Big Ben.
Sistem yang bekerja di dalamnya menggerakkan jam secara mekanik melalui dua bandul besar yang saling menyeimbangkan satu sama lain. Sistem tersebut membuat jam ini terus berfungsi selama bertahun-tahun tanpa sumber energi apapun.
Mesin yang berada di lantai tiga ini menggerakkan jarum jam yang menghadap keempat penjuru mata angin. Diameter masing-masing area perputaran jarum jam tersebut adalah 80 centimeter.
Pada tahun 1988, bangunan Jam Gadang di Bukittinggi diubah fungsinya menjadi museum dan pusat informasi wisata. Museum ini menampilkan sejarah dan budaya dari suku Minangkabau dan kota Bukittinggi itu sendiri.
Demikian informasi Menara Jam Gadang di Bukittinggi yang menjadi ikon Kota Bukittinggi dimana memiliki nilai sejarah yang sangat berharga dan perlu kita jaga bangunan tersebut. saat liburan atau traveling ke Bukittinggi jangan lupa kunjungi tempat wisata sejarah Menara Jam Gadang di Bukittinggi ini. (awk)




