Galodo Terjang Kompleks Kantor Bupati Solok, Arus Solok-Padang Lumpuh

2.503

SOLOK — Banjir bandang atau galodo menerjang kawasan kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok di Arosuka, Sumatera Barat, Senin (21/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Material lumpur, batu, kayu, dan longsoran menutup Jalan Raya Solok-Padang sehingga jalur tersebut tidak dapat dilalui kendaraan.

Kasat Lantas Polres Solok Iptu Akbar Kharisma Tanjung mengatakan, material galodo mulai menutup akses utama sekitar pukul 20.30 WIB. Kondisi tersebut membuat arus kendaraan dari Solok menuju Padang maupun sebaliknya terhenti.

“Hari ini tanggal 21 September 2026 telah terjadi air bah sekitar pukul 20.00 WIB. Sehingga pada pukul 20.30 WIB menutupi jalur atau jalan ke Kota Solok dengan Padang atau sebaliknya,” kata Akbar.

Baca Juga:  Badai, Satu Rumah Tertimpa Pohon di Banuaran

Petugas mengimbau masyarakat tidak melintasi kawasan tersebut untuk sementara waktu. Pengendara dari arah Solok maupun Padang diminta menggunakan jalur alternatif melalui Padang Panjang.

Iklan 17

Galodo juga menerjang kompleks perkantoran Pemkab Solok. Material yang terbawa arus berasal dari kawasan perbukitan di belakang kompleks perkantoran dan masuk ke sejumlah area kantor. Sejumlah laporan menyebut beberapa gedung pemerintahan terdampak, tetapi pendataan kerusakan masih berlangsung.

Sekretaris BPBD Sumatera Barat Ilham membenarkan terjadinya galodo di sekitar kompleks Kantor Bupati Solok. Ia mengatakan material lumpur dan kayu terlihat di lokasi. BPBD juga menerima informasi awal mengenai sebuah jembatan yang dilaporkan putus.

Baca Juga:  Pemkab Solok Kembali Lirik Pertanian Padi

Menurut Ilham, galodo diduga berkaitan dengan hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut. Debit air sungai kemudian meningkat dan meluap. Namun, penyebab pasti serta luas dampak bencana masih dalam proses pendataan.

Bupati Solok Jon Firman Pandu juga membenarkan adanya kejadian tersebut. “Sesuai laporan yang kami terima malam ini memang terjadi (banjir bandang),” ujarnya.

Hingga Senin malam, petugas masih melakukan penanganan dan pendataan di lokasi. Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa.

Sementara itu, informasi mengenai dua keluarga yang disebut terjebak di sebuah masjid di kawasan Kayu Aro masih dalam proses verifikasi. Proses evakuasi dilaporkan sedang dilakukan, tetapi jumlah dan kondisi korban belum dapat dipastikan secara resmi.

Baca Juga:  Banjir Hantam Karawang, Ratusan Rumah Terendam

Masyarakat di sekitar kawasan terdampak diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama karena kondisi cuaca dan debit air masih berpotensi berubah. (SS)