Galodo Lumpuhkan Arosuka, 77 Warga Dievakuasi dan 2 Orang Hilang

2.501

SOLOK — Banjir bandang atau galodo menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin (21/9/2026) malam.

Hingga Selasa (22/9/2026) pagi, sebanyak 77 warga yang sempat terjebak telah dievakuasi ke sejumlah lokasi pengungsian. Sementara dua orang masih dalam pencarian.

Relawan PMI Kabupaten Solok, Muamar Aziz, mengatakan proses evakuasi dan pencarian masih berlangsung. Tim gabungan juga melakukan asesmen serta pendataan terhadap warga dan fasilitas yang terdampak.

“Ini data update terbaru kami. Sebanyak 77 yang terjebak kini sudah berada di pengungsian, dan dua orang dalam pencarian,” kata Muamar kepada wartawan.

Galodo membawa material batu, lumpur, kayu, dan material longsor. Hingga menerjang kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok serta permukiman warga.

Iklan 17

Material juga menutup sejumlah ruas jalan. Termasuk jalur utama Solok-Padang di kawasan Arosuka.

Baca Juga:  Banjir Hantam Karawang, Ratusan Rumah Terendam

Hujan masih mengguyur kawasan Arosuka pada Selasa pagi. Kondisi tersebut membuat petugas tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bencana susulan.

Empat Warga Terluka

Data sementara mencatat empat warga mengalami luka akibat galodo. Tiga korban mendapat penanganan di RSUD Arosuka, sedangkan satu korban dirujuk ke Semen Padang Hospital (SPH) di Kota Padang.

Ketiga korban yang mengalami luka dan mendapat penanganan di RSUD Arosuka yakni Muslihat (54), warga Kediri. Anggiat Sirait (66), warga Nagari Koto Gaek Guguk, dan Yurnalis (45), warga Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus.

Muslihat menjalani rawat jalan, Anggiat menjalani observasi pascatrauma, sedangkan Yurnalis mengalami keluhan pada tangan kiri dan kaki setelah terdampak material galodo.

Sementara itu, Muhammad Nur Zen (56), ASN PPPK paruh waktu pada Bagian Umum Setda Kabupaten Solok, mengalami fraktur pada bagian bawah tubuh disertai perdarahan. Ia kemudian dirujuk ke SPH Kota Padang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Baca Juga:  Jembatan Ambruk, Aktivitas Masyarakat Terganggu

Perkantoran dan Rumah Warga Terdampak

Galodo juga merusak sejumlah fasilitas pemerintahan. Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Serta Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) dilaporkan mengalami kerusakan parah.

Sejumlah kantor lain turut terdampak material. Di antaranya Kantor DPRD, Bapenda, Bapelitbang, Inspektorat Daerah, Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, dan BKPSDM Kabupaten Solok.

Laporan sementara menyebut sedikitnya 10 gedung perkantoran terdampak. Dengan ketebalan material di sejumlah lokasi berkisar 20 hingga 60 sentimeter.

Sedikitnya tujuh kendaraan, baik kendaraan dinas maupun milik masyarakat, juga terdampak. Beberapa sepeda motor milik pemerintah daerah dan ASN masih dalam proses pendataan.

Baca Juga:  Banjir Koyong Sora Sisakan Duka Bagi 65 KK

Di kawasan permukiman, 100 rumah diperkirakan terdampak material banjir bandang. Namun, angka tersebut masih bersifat sementara. Karena BPBD Kabupaten Solok masih melakukan pendataan di lapangan.

Selain itu, satu jembatan penghubung jalan utama Arosuka dilaporkan tertimbun material. Sehingga belum dapat dilalui. Masjid Kayu Aro juga terdampak material longsor.

Akses Solok-Padang Terganggu

Material galodo menutup badan jalan. Sehingga akses Solok menuju Padang melalui Lubuk Selasih terputus.

Pengendara diminta tidak memaksakan diri melintasi kawasan terdampak dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Hingga Selasa pagi, tim gabungan bersama BPBD, PMI, kepolisian, dan unsur terkait masih melakukan pencarian, evakuasi, pembersihan material, serta pendataan kerusakan.

Jumlah korban, warga terdampak, dan kerusakan fasilitas masih dapat berubah seiring proses asesmen di lapangan. (Salih)