Tak Sekedar PMT, Yayasan Berkah Amal Salih Lakukan Pencerahan Melalui Podcast

Upaya untuk mencegah stunting terus bergulir di Yayasan Berkah Amal Salih (yBAS). Salah satunya, dengan Pemberian Makan Tambahan (PMT) pada penderita stunting dan bayi kurang gizi melalui program Banuaran Sehat Dapur Go Gizi (BAS Dagozi).

oleh
47 dibaca
contoh iklan banner 728x90

TopKata.com, Padang – Sejak dicanangkan oleh Ketua TP PKK, Kota Padang, Genny Hendri Septa beberapa waktu lalu, program Dagozi yang merupakan inovasi Camat Lubuk Begalung terus bergulir di Banuaran Nan XX.

Menariknya, program ini mendapat respon positif dari masyarakat. Mereka, ikut berpartisipasi untuk menyukseskan BAS Dagozi.

“Jumat kemarin, donatur kita dari RGB, Bravo 84 dan tim kreatif Yayasan Berkah Amal Salih. Di kegiatan yang dihadiri Camat Lubeg, Pak Andi Amir ini, Juga ada donatur rutin tiap Jumat, Febra Meldi yang merupakan warga RT 05 RW 11 Banuaran dan pedagang kue Pasar Pagi Parak Laweh. Tentu tak ketinggalan Aipda Dian WR yang selalu menyediakan bahan baku makanan tambahan” ujar Koordinator Jumat Berkah Berbagi (JBB) yBAS, Herwaty Taher.

Baca Juga:  Bergaya Ultah, 329 Siswa di Vaksin Covid 19

Herwaty Taher yang baru saja dinobatkan sebagai Perempuan Inspiratif Kecamatan Lubuk Begalung ini menambahkan untuk JBB yBAS kali ini ada 3 agenda. Yakni, BAS Dagozi, Santunan Anak Yatim dan Podcast dengan topik “Bocil Sehat Indonesia Bermartabat”.

Kepala Puskesmas Lubuk Begalung, dr. Sari Ramadhani meminta para ibu balita untuk selalu rutin ke Posyandu. Dia tegaskan anak sehat merupakan dambaan orang tua.

“Cegah Stunting sejak pernikahan, kehamilan dan¬† sampai anak berusia lima tahun. Cegah Stunting itu penting,” ujar Sari Ramadhani.

Komentar